49 tahun yang lalu Allah SWT, memberikan sebuah kesempatan pada seorang bayi yang terlahir persisnya pagi hari antara pukul 05:30, itupun kata kedua orang tuaku setelah Aku berusia 10 tahun, di beranda depan rumah yang halamannya tumbuh beberapa pohon buah-buahan, diantaranya pohon nangka, durian, rambutan, alpokat dan pohon salam. Masih teringat kala itu Aku bertanya kapan dilahirkan, Emak panggilan ibuku dengan sabar menceritakan bagaimana proses kelahiranku " gini lho kamu itu sebenarnya hampir saja tidak bisa lahir di dunia ini, karena selama Emak hamil itu, Emak harus berbaring terus dalam tempat tidur hampir sembilan bulan lamanya, ... dan karena kehendak Yang Maha Agung, maka kamu bisa dilahirkan dengan selamat, .. walaupun waktu kamu lahir hanya sebesar botol bir" itu kalimat yang sering aku dengar, bahkan tidak hanya dari Emakku tetapi dari kakak-kakaku dan Bapakku, semua membenarkan statement Emak.
Tanggal 19 september 1959, saya di lahirkan di Kota Blitar - Jawa Timur dan pada tanggal itulah saya untuk pertama kalinya menghirup udara Indonesia tercinta ini. Lahir dari keluarga sederhana dan menjadi anak kesembilan atau anak terakhir dari pasangan Ismail dan Djawijah adalah sebuah kebanggaan bagi saya, yang akhirnya anak yang sebesar botol bir kala itu kini menjadi orang "besar" dengan nama Herru Soleh yang kini bekerja di Suara Surabaya Media, sebuah industri penyiaran yang cukup dikenal di Surabaya, Indonesia, dan bahkan beberapa belahan dunia.
Sekali lagi "SELAMAT PAGI INDONESIA dan SELAMAT PAGI DUNIA"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar